Magelang, 10 Mei 2026 — Di tengah suasana damai Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, sebuah kisah baru terukir dalam sejarah pelestarian warisan budaya Islam Nusantara. Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) ISQI Sunan Pandanaran yang tergabung dalam Tim Nusantara Corner kembali menemukan dua naskah kuno berharga, temuan yang menjadi bukti bahwa desa ini masih menyimpan harta ilmu yang terpendam selama puluhan hingga ratusan tahun.
Berkat informasi yang disampaikan oleh salah seorang warga setempat, tim berkesempatan menelusuri jejak yang selama ini hanya diketahui segelintir orang. Setelah melalui survei dan verifikasi yang teliti, keberadaan kedua naskah itu akhirnya dipastikan tersimpan di sebuah ruang bawah tanah di Masjid Baiturrahim, Dusun Karaharjan. Ruangan itu sunyi, sejuk, dan menjadi tempat peristirahatan panjang bagi tulisan-tulisan tangan yang sarat makna. Saat dibuka dengan penuh kehati-hatian, tim dapat melihat jelas: tulisan yang tertata rapi, tinta yang masih terbaca meski mulai memudar, serta kertas yang telah menipis dimakan usia dan sedikit terpengaruh kelembapan udara.
Ini bukanlah penemuan pertama bagi tim mahasiswa IAT ISQI di desa ini. Sebelumnya, mereka telah mencatat dua temuan serupa. Artinya, keberhasilan kali ini menjadi penemuan ketiga di Desa Gunungpring. Hal ini menjadi sebuah tanda jelas bahwa wilayah ini merupakan gudang pengetahuan yang masih menyimpan potensi jejak pernaskahan yang sangat berharga dan belum tergali seluruhnya.
“Melihat kondisi fisiknya, kami sadar waktu menjadi tantangan utama. Jika dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan tulisan di dalamnya bisa hilang selamanya,” ujar salah satu anggota tim. Oleh karena itu, segera setelah pendataan awal selesai, tim menyusun rencana lanjutan untuk melakukan konservasi dan penanganan khusus, disesuaikan dengan kondisi material kedua naskah tersebut.
Dalam setiap langkahnya, kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Keberhasilan ini berkat kerja sama yang erat: kepekaan dan keilmuan dari mahasiswa, ditambah dukungan serta pengalaman warga lokal yang mengetahui riwayat asli penyimpanan naskah. Sesuai prinsip dalam kajian manuskrip, kerja sama seperti ini menjadi kunci utama agar data awal yang didapatkan akurat dan penanganan selanjutnya tepat sasaran.
Para ahli menjelaskan bahwa naskah kuno bukan sekadar tumpukan kertas tua. Ia adalah jembatan masa lalu, cermin sejarah, serta sumber ilmu yang memiliki nilai agama, sejarah, dan budaya yang tak ternilai. Melalui proses pendokumentasian, identifikasi isi, hingga konservasi yang benar, generasi hari ini dan mendatang tetap bisa membaca, mempelajari, serta melestarikan pemikiran dan ajaran yang diwariskan para leluhur.
Penemuan ini sekaligus membuka harapan baru. Tim Nusantara Corner menyatakan bahwa survei dan penelitian lebih mendalam masih akan terus dilakukan. Desa Gunungpring telah membuktikan dirinya sebagai saksi bisu perjalanan ilmu agama di tanah Jawa, dan tugas kita bersama adalah memastikan warisan itu tetap terjaga utuh, terlestarikan, serta dapat dinikmati manfaatnya untuk masa depan.

