Kategori: News

  • Ahli Filologi Sekaligus Dosen IAT ISQI Sunan Pandanaran Terlibat Identifikasi Lima Naskah Kuno di Karanganyar

    Ahli Filologi Sekaligus Dosen IAT ISQI Sunan Pandanaran Terlibat Identifikasi Lima Naskah Kuno di Karanganyar

    Karanganyar, 11 Oktober 2026 — Ahmad Wahyu Sudrajad, M.Hum., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta, terlibat dalam identifikasi dan digitalisasi lima naskah kuno yang tersimpan di rumah warga di Bejen, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar beserta Dr. Asep Yudha Wirajaya, M.Hum., dan tim ahli filologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

    Lima naskah tersebut menyimpan beragam khazanah literasi Jawa, mulai dari karya sastra dan teks spiritual hingga catatan tradisi lokal. Koleksi yang diidentifikasi meliputi Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Menak, Kidung Rumekso ing Wengi, Rajah Kalacakra, Rajah Pancasona, doa-doa, primbon, informasi biografis penulis serta dokumen administrasi Gedhong Kiwa-Tengah yang berkaitan dengan Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari era 1930-an. Keberagaman isi tersebut menjadikan koleksi ini berpotensi sebagai sumber kajian sejarah, sastra, keagamaan, dan kebudayaan masyarakat Jawa.

    Dalam proses identifikasi, Ahmad Wahyu Sudrajad dan Asep Yudha Wirajaya bersama tim melakukan penelusuran terhadap karakter tulisan, isi teks, dan konteks kesejarahan naskah. Digitalisasi juga dilakukan sebagai upaya mendokumentasikan informasi yang terkandung dalam koleksi agar dapat mendukung pelestarian dan penelitian lebih lanjut.

    Keterlibatan Ahmad Wahyu Sudrajad memperlihatkan kontribusi akademisi Prodi IAT ISQI Sunan Pandanaran dalam pengembangan kajian filologi dan pelestarian manuskrip Nusantara. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini juga menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi serta mendokumentasikan warisan tertulis yang masih tersimpan di tengah masyarakat.

    Hasil identifikasi dan digitalisasi selanjutnya disiapkan untuk mendukung proses pendataan dan pengajuan koleksi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan dokumentasi naskah kuno tanpa mengubah hak kepemilikan fisik koleksi dari pemiliknya.

  • Prodi IAT ISQI Sunan Pandanaran Hadirkan SIMAQ, Inovasi Digital untuk Monitoring Hafalan Santri

    Prodi IAT ISQI Sunan Pandanaran Hadirkan SIMAQ, Inovasi Digital untuk Monitoring Hafalan Santri

    Sleman, 7 Oktober 2026 — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta, memperkenalkan inovasi digital melalui aplikasi SIMAQ (Sistem Informasi Monitoring Hafalan Al-Qur’an) untuk mendukung pemantauan hafalan Al-Qur’an santri Madrasah Aliyah Sunan Pandanaran (MASPA) Yogyakarta. Aplikasi yang dikembangkan oleh Ahmad Nur Kholis, M.Ag., dosen Prodi IAT, tersebut didemonstrasikan di hadapan jajaran guru tahfiz MASPA pada Rabu (7/10/2026).

    Demonstrasi ini menjadi langkah awal pengenalan SIMAQ sebagai sarana pendukung pengelolaan program tahfiz. Melalui aplikasi tersebut, pemantauan pencapaian hafalan dan target santri diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

    Pengembangan SIMAQ juga diarahkan untuk mendukung proses monitoring dan evaluasi antara pihak madrasah dan orang tua. Dengan pemantauan yang lebih terkoordinasi, perkembangan hafalan santri diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, baik dalam lingkungan pendidikan maupun keluarga.

    Pengembangan aplikasi ini berangkat dari harapan agar pencapaian hafalan dan target santri dapat dipantau serta dikontrol secara lebih terarah. Selain itu, aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses monitoring dan evaluasi yang melibatkan pihak madrasah dan orang tua, sehingga perkembangan hafalan santri dapat menjadi perhatian bersama.

    Kehadiran SIMAQ menunjukkan upaya Prodi IAT ISQI Sunan Pandanaran dalam mengembangkan inovasi yang menghubungkan keilmuan Al-Qur’an dan pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif ini memperluas kontribusi program studi tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga melalui pengembangan sarana pendukung pembelajaran dan pembinaan hafalan Al-Qur’an.

    Untuk saat ini aplikasi SIMAQ telah memasuki tahap penggunaan dan mulai diterapkan di beberapa tempat di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Penerapan ini menjadi langkah konkret dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemantauan perkembangan hafalan dan pencapaian target tahfiz santri. Ke depannya, SIMAQ diharapkan dapat memperkuat proses monitoring dan evaluasi serta membangun koordinasi yang lebih baik antara pihak madrasah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan hafalan santri.